Rabu, 25 Mei 2011

Laki-Laki Sejati



Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?

Bunda menjawab, Nak..........

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat
bekerja,
Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Selasa, 24 Mei 2011

Jika Tuhan Membawa Engkau Kepada Cinta..


Ce : Mengapa kamu menyukai saya? 

Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya. 
       Tetapi saya sungguh menyukai engkau

Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya 
      Bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? 
      Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?

Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya, 
       tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

Ce : Bukti? Tidak! 
      Saya mau kamu menjelaskan alasannya. 
      Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya 
      bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!

Senin, 23 Mei 2011

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci


Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang saja?".

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Rindu Allah

Jika rinduku padamu yang khalik...
menjelajah langit hatiku
kutekan bayangmu dalam setiap mimpi
agar kasihmu senantiasa
mengguyur dada ini

Jika sepi merejam ulu hati
aku membaca sajak-sajakmu ya allah...
dikeheningan bening...
agar senantiasa mampu merajut kesetiaanku

Dalam rindu
aku tersenyum...
Dalam pilu
kau sentuh nadi cintaku...

by : Zulyanti Zaenal